Sabtu, 07 November 2009 , 10:35:00
Bupati Akan Evaluasi Program PPMD
Januari Tinjau Langsung ke Desa-desa
Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Drs H Budiman Arifin MSi meminta kepada seluruh camat bersama fasilitator kecamatan (FK) se-Kabupaten Bulungan mempersiapkan data-data, sekaligus bukti visual hasil program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) yang sudah dilaksanakan selama 4 tahun terakhir (2006-2009).
Data-data dan bukti visual tersebut, kata bupati, saat memberikan pengarahan pada rapat koordinasi (Rakor) bulanan program PPMD kemarin, nantinya akan dipaparkan pada rapat evaluasi bulan depan.
“Nanti seluruh camat dari 10 kecamatan saya minta untuk memaparkan hasil-hasil PPMD yang sudah berjalan selama 4 tahun ini. Kita akan lihat bersama-sama, apakah PPMD telah benar-benar berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata bupati.
Tak hanya memaparkan data-data, secara lisan maupun tertulis, camat juga diminta untuk menyertai bukti-bukti fisik berupa visual, baik dalam bentuk foto-foto maupun video. “Biar sampai malam tidak apa-apa. Nanti setiap kecamatan kami minta paparan melalui slide, dengan menunjukkan foto-foto hasil kegiatan PPMD selama 4 tahun ini di wilayahnya masing-masing. Silakan nanti dari BPMD yang mengatur waktunya,” ungkap dia.
Selain ingin mendengarkan pemaparan dari masing-masing kecamatan, untuk melihat langsung hasil pembangunan PPMD selama ini, bupati berniat untuk berkeliling meninjau ke desa-desa di seluruh kabupaten Bulungan. “Mulai Januari saya akan keliling untuk melihat ke lapangan,” katanya.
Lebih jauh Budiman mengatakan, ide program PPMD bukan serta-merta muncul begitu saja. Namun program ini merupakan implementasi dari hasil kunjungan ke desa-desa yang dilakukan pada awal kepemimpinannya dulu.
“Pada saat turun ke desa-desa, saya mendapat banyak masukan dari masyarakat. Mereka merasa dana yang diberikan pemerintah ke desa sangat minim. Dari situlah kemudian kami tergerak untuk tidak hanya membangun di kota, tapi juga di desa-desa, sehingga muncullah program PPMD ini,” terang Budiman.
Dikatakan, sebelum ada PPMD, pembangunan di pedesaan kurang begitu terlihat. Dana yang diluncurkan pemerintah sangat kecil. Di antaranya dalam bentuk bantuan pembangunan desa (bandes) yang besarnya rata-rata hanya Rp 50 juta.
Sementara sejak ada PPMD, satu desa bisa mendapatkan Rp 250 juta. Bahkan, ada yang sampai Rp 700 juta. Kemudian berbagai hasil pembangunan juga sudah mulai terlihat. Seperti bangunan BPU yang representatif, semenisasi jalan, air bersih desa dan lain-lainnya.
Menurut Budiman, program PPMD juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. “Berhasil atau tidaknya program PPMD ini masyarakat sendiri yang merasakan. Karena masyarakat yang merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan yang menikmati hasilnya. Jadi terserah masyarakat, kalau memang dirasa memberikan manfaat akan kita teruskan, apabila tidak, ya tidak perlu dilanjutkan,” ujarnya. (ngh)
obedsmile789.multiply.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar